Ada Keuntungan di Balik Perkembangan Busana Muslim

Desainer dunia yg melirik pasar pakaian muslim makin tidak sedikit, termasuk juga dari negeri yg minoritas muslim seperti Jepang atau Australia. Desainnya mengalami akulturasi biar serasi dgn selera kastemer di negeri maksud impor pun sediakan lebih tidak sedikit pilihan. kejuaraan semakin ketat, dan realisasi harapan Indonesia yang merupakan penguasa fashion muslim dunia di thn 2020 semula semakin berat.

Usai mengahdiri Jepang selagi 10 hri, desainer Restu Anggraini mendapat konsep cemerlang. dia coba pada memasukkan unsur seni metalworking Mokume-Gane ke dalam rancangan pakaian muslimahnya. Karya-karyanya selanjutnya dimasukkan dalam koleksi pakaian Ramadan terkini bersama tema “Momuke” dan dipamerkan di arena Fashion Muslim Wardah di Jakarta, pekan

Kesempatan berkunjung ke negara Matahari Terbit diawal mulanya didapatkan oleh Restu atas undangan suatu perusahaan yg bergerak di bagian inovasi bahan kain. peluang emas itu tidak disia-siakan oleh Restu. beliau dulu mempelajari gimana kiat memanipulasi kain kebaya muslim. akhirnya, koleksi Momuke Etu, panggilan akrab Restu, mengombinasikan design kimono dan abaya. dirinya pilih warna silver, nude, gold, dan putih lantaran sesuai kepada nuansa Ramadan.

Harapan Etu tidak muluk-muluk. baju muslim sekarang ini tengah menggeliat dikarenakan permintaannya di penduduk lagi pula menanjak. layaknya hukum pasar buat biasanya, taktik bersi kukuh pembuat baju-baju muslimah dalam negara harus didasari pemahaman yg memadai atas pangsa pasar seperti apa yg dapat dirinya jajaki.

Etu termasuk juga yg sampai menonton bahwa antusiasme penduduk Indonesia buat hal-hal berbau Jepang sejak lalu lumayan akbar. sehingga dirinya tambah mengusahakan pada mengambil selera itu ke kampung halaman pada dipadukan bersama baju sehari-hari para muslimah Indonesia.

Produsen asal Jepang tidak ingin pasif saja bersama ceruk alternatif ini. sekian banyak bln sebelum Etu memamerkan karya-karyanya, satu buah model baju batik modern merek bernama Fukusa: Chicaru Collection diluncurkan kepada sediakan pakaian muslimah yg berpadu dgn kimono. Sang desainer, Chicharu Horiuchi, dgn bangga memamerkan karyanya di Indonesia Fashion Week (IFW) bln Maret lalu.

Dalam peragaannya, Chiharu Collection memamerkan dua penampilan baju longgar yg potongannya terinspirasi dari kimono. Motifnya bunga-bunga berbentuk pastel yg kental nuansa Jepang. Kimono yg berpotongan longgar dan menutup sebahagian akbar anggota tubuh—hanya menyisakan tangan dan kepala, dinilai sang desainer serupa dgn pakaian muslimah kekinian. Tinggal dipadukan dgn kerudung yg tepat, penampilan si pemakai dapat tampak berbeda.

Hasil observasi Chicaru biasanya dituangkan dalam wujud kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung. wanita paruh baya yg baru mula-mula model baju muslim kali ke Indonesia itu terpukau dgn gaya berbusana muslimah Tanah Air yg dinilai canggih dan berani memadu padan warna masih motif.

Sementara itu, desainer Jepang lain, Koshi Kubo, mengambil koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yg dapat difungsikan oleh muslimah. kusus bagi Indonesia, dirinya menghasilkan dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan, dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yg sama.

Akulturasi kebudayaan nampak bagi rancangan pakaian muslimah karya Chicaru, Kubo, dan desainer Jepang lain. Menariknya, akulturasi itu berlangsung Indonesia juga sebagai negeri berpenduduk muslim paling besar di dunia dgn Jepang, negeri di Timur Asia yg sewaktu ini model baju gamis dikenal tidak lekat bersama hal-hal berbau Islami. Maklum, masyarakat muslim di Jepang terus amat minoritas. Namun pada urusan perluasan pangsa pasar dan pencarian laba, akulturasi langka itu pula selanjutnya dilakoni: Jepang juga berekspansi ke Indonesia.

Model baju gamis syar i jersey

Akulturasi seperti ini lazim dilakukan oleh desainer-desainer pakaian dari beraneka negeri, tidak ketinggalan berulang para desainer dari Indonesia. Vivi Zubedi contohnya. menyajikan baju-baju muslimah yg berasal dari akulturasi tiga kawasan adalah Arab Saudi, Maroko, dan Afrika di IFW 2016. dirinya coba mengangkat budaya etnik dan sebab ia orang keturunan Arab, dia memasukkan sentuhan negeri-negeri padang pasir. dia percaya selera padang pasir ini tambah disukai oleh tidak sedikit muslimah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *